Kesetiaan itu milik para wanita .... ah tidak juga ... banyak juga para wanita yang selingkuh. Kesetiaan itu milik para pria ... ah apalagi pria ... lebih banyak pria yang berselingkuh.
Kesetiaan itu adalah milik kekuatan komitmen. Ya .. diawali dengan kesadaran untuk memiliki komitmen untuk memulai kehidupan rumah tangga dengan suatu komitmen. Sadar apa yang harus dilakukan untuk menunjukkan kesetiaan itu kapan dan dimana saja. Sadar bagaimana konsekuensi ketidaksetiaan kepada pasangan hidup. Sadar bahwa kesetiaan adalah sesuatu yang sangat mahal. Sadar bahwa kesetiaan itu adalah nyawa dalam kehidupan rumah tangga.
Kesadaran itu harus diiringi dengan kemauan yang kuat untuk menjaga komitmen kesetiaan itu. Semakin kuat kemauan untuk setia, maka semakin kuat kaum lelaki maupun kaum perempuan untuk saling menjaga komitmen kesetiaan itu. Komitmen itu harus dipahami dengan baik. Tidak ada beda penafsiran tentang arti dan isi komitmen setia itu. Sedikit saja beda penafsiran berarti bibit perusak kesetiaan itu mulai tumbuh.
Komitmen itu juga harus senantiasa ditinjau ulang, dievaluasi, dilihat kembali. Apakah komitmen itu harus diperbaharui. Setiap masa akan menghadapi suasana baru yang pasti akan mengantarkan pula bagaimana setiap manusia memandang kehidupan. Hidup itu dinamis, maka komitmen itu harus diselaraskan dengan masa. Pandangan awal tentang kehidupan telah menjadikan model komitmen sesuai dengan masanya, pada masa berikutnya model komitmen itu layak untuk diperbaharui, layak untuk dilihat kembali, minimal untuk mengingatkan bahwa setiap keluarga punya komitmen.... komitmen untuk saling setia.
Kesetiaan itu milik bersama. Para pria sebagai suami harus memiliki kesetiaan sebagaimana para wanita sebagai istri juga memiliki kesetiaan. Tidak ada yang harus dituntut lebih untuk memiliki kesetiaan itu. Harus adil. Saat berdekatan maupun berjauhan, kesetiaan itu adalah milik bersama. Tidak serta merta, suami yang berada di luar rumah harus lebih setia daripada wanita yang ada di rumah, atau bahkan sebaliknya.
Kesetiaan itu adalah kepercayaan. Sejauh apapun, selama apapun, sekacau apapun, kesetiaan adalah bentuk kepercayaan suami kepada istri, dan sebaliknya. Kepercayaan adalah bentuk lain dari cinta. Namun kepercayaan itu harus terjaga. Dengan apa menjaganya? Dengan DOA. Ya... dengan doa, kepercayaan kepada Allah SWT, Sang Pemilik Seluruh Makhluk, bahwa kita percayakan, kita serahkan pasangan hidup kita pada-Nya. Bahwa pasangan kita akan tetap setia, karena kita percaya, bahwa Allah juga yang akan memelihara kepercayaan kita pada pasangan kita. Sangat mungkin jika Dia akan menyampaikan tanda-tanda kesetiaan atau ketidaksetiaan pasangan kita dengan cara-Nya.
Kesetiaan itu harus melewati rentang waktu dan ujiannya. Rentang waktu memberi ruang kepada setiap pasangan untuk membuktikan kesetiaan. Setiap ujian harus dihadapi, bahkan terkadang kegagalan menghadapi ujian adalah pupuk yang sangat mujarab untuk memperkuat kesetiaan. Namun bukan berarti kegagalan menghadapi ujian yang senantiasa terulang. Jika demikian, perlu dipertanyakan, mengapa bisa terus berulang, jangan-jangan memang telah menjadi bibit ketidaksetiaan. Setiap pasangan yang belum menghadapi ujian kesetiaan seharusnya tidak banyak berpuisi cinta, karena puisi cinta hanya milik mereka yang telah teruji kesetiaannya.
Kesetiaan adalah kekal. Kesetiaan itu dibawa mati. Bahkan cukup banyak fenomena yang menjadi pelajaran bagi kita, bahwa sangat banyak para pria yang tidak memiliki keinginan mencari pasangan hidup yang baru saat ditinggal pasangan hidup sebelumnya. Karena dia ingin setia kepadanya. Banyak pula para pria yang ingin segera menyusul istrinya yang pergi mendahului menghadap Robbul Izzati, demikian pula para wanita. Yang dirasakan begitu hampa tanpa didampingi oleh pasangan hidup yang mendampingi dengan penuh kesetiaan.
--- *** ---
Pertanyaannya : Apakah Kita Telah Belajar untuk Menunjukkan Kesetiaan kepada Pasangan Hidup Kita, Saat Kita Bersama maupun Saat Kita Berjauhan dengannya?
Ya... Robbi ... Ilhami Rasa Cinta Hamba-Mu ini dengan Kesetiaan yang Penuh Kejujuran kepada Pasangan Hidup Kami ....
Sabtu, 02 Januari 2010
kesetiaan
Diposting oleh Berikanlah jalanmu yaa allah di Sabtu, Januari 02, 2010 0 komentar
Label: pribadiku
makna kesetiaan
Apakah yang makna dari sebuah kesetiaan (loyalty)? Bagaimanakah wujud dari sebuah kesetiaan? Pada artikel ini saya ingin mengajak pembaca untuk menganalisis makna kesetiaan saat ini. Ternyata kesetiaan terdiri dari tiga bentuk, yaitu kesetiaan pelanggan, kesetiaan karyawan, dan kesetiaan investor. Ternyata ketiga jenis kesetiaan tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan saling terkait satu dengan yang lainnya.
Suatu siang di kantor saya, saya menerima telepon dari seorang teman lama. Teman saya ini, seorang direktur pengembangan bisnis sebuah perusahaan cukup ternama, mengatakan kepada saya dengan gembira bahwa dia baru saja terlepas dari sebuah beban yang selalu menghantui pikirannya. Saya masih belum mengerti apa maksud dan arah pembicaraannya. Akhirnya dia mengungkapkan bahwa dia baru saja berhenti sebagai direktur pengembangan bisnis di perusahaan tsb. Saya cukup terperangah mendengar berita itu, mengingat teman saya ini menurut saya adalah seseorang dengan visi bisnis yang sangat baik. Tetapi ada satu hal lagi yang membuat saya lebih terperanjat, dia mengucapkan terima kasih kepada saya atas segala saran yang saya berikan sehingga dia sampai kepada keputusannya itu.
Saya mengingat kembali perkenalan saya dengan teman saya ini, kira-kita tahun 1996. Waktu itu teman saya ini adalah seorang manajer pemasaran sebuah perusahaan software house yang menjadi business partner dari sebuah software ternama di dunia. Setahun yang lalu, pada tahun 1999, saya mendapat kabar bahwa dia mendapat tawaran menjadi seorang direktur pengembangan bisnis pada sebuah perusahaan, tempat dia bekerja sampai dia menelepon saya hari itu.
Kira-kira beberapa bulan yang lalu, pada suatu kesempatan makan siang bersama, teman saya ini minta saran dan pendapat saya mengenai strategi pengembangan bisnis yang dia lakukan pada perusahaan tsb. Sebagai seorang teman, saya memberikan pendapat dan saran terhadap strategi yang diterapkannya. Lebih lanjut dia menanyakan, apa yang harus dia lakukan jika kita terbentur dengan banyak hal dalam menjalankan strategi tersebut. Dengan sederhana dan enteng saya jawab, jika benturan itu berasal dari faktor eksternal perusahaan, maka itu adalah sesuatu yang harus dipecahkan bersama.
Tetapi jika benturan tersebut berasal dari faktor internal perusahaan (misalnya pihak manajemen lainnya dan para investor), maka ada dua pilihan. Pilihan pertama berusaha untuk memperbaiki kondisi internal tsb. sebaik-baiknya sehingga mencapai kondisi yang kompromis dengan strategi yang dijalankan.
Pilihan kedua adalah, jika kondisi kompromis tersebut tidak tercapai, maka sebaiknya kita keluar dari sistem. Pilihan kedua ini dilakukan bukan karena dasar emosi atau sejenisnya, melainkan diakibatkan oleh perbedaan visi semata dan tetap menjaga hubungan baik dengan perusahaan tadi. Perbedaan visi adalah sesuatu yang lumrah dan bukanlah suatu kesalahan atau dosa, dan mengundurkan diri secara baik-baik dari perusahaan adalah suatu jalan yang paling bijaksana.
Kasus teman saya ini mengingatkan saya pada teori kesetiaan yang diungkapkan oleh Frederick F. Reichheld, Direktur Bain & Co., sebuah perusahaan konsultan ternama di dunia, dalam bukunya yang berjudul “The Loyalty Effect, the Hidden Force Behind Growth, Profits, and Lasting Value”, yang diterbitkan pada tahun 1996. Lebih lanjut, Reichheld juga menulis artikel yang berjudul “E-Loyalty” yang diterbitkan dalam Harvard Business Review edisi Juli – Agustus 2000.
Menurut Frederick F. Reichheld, kesetiaan itu terdiri dari tiga bentuk seperti yang saya singgung pada awal artikel ini, yaitu kesetiaan pelanggan, kesetiaan karyawan, dan kesetiaan investor. Ketiga jenis kesetiaan tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan saling terkait satu dengan yang lainnya. Mari kita lihat bagaimana korelasinya satu dengan yang lainnya.
Kesetiaan pelanggan dapat terlihat dari seringnya pelanggan melakukan pembelian berulang (repeat order) terhadap produk-produk yang dijual oleh perusahaan. Ini bisa terjadi apabila pelanggan sangat menyadari bahwa nilai (value) yang diberikan oleh produk perusahaan sangat bermakna untuk dirinya. Jika pelanggan merasa bahwa produk yang diberikan oleh perusahaan nilainya rendah, maka tentu pelanggan tidak akan membeli produk itu lagi. Ini berarti, kesetiaan pelanggan tidak diperoleh oleh perusahaan tsb.
Sebaliknya, jika kesetiaan pelanggan sudah diperoleh, maka perusahaan dapat berkonsentrasi kepada pengembangan bisnis baru atau pertumbuhan (growth). Pertumbuhan perusahaan yang tinggi akan menarik minat para karyawan, dan karyawan merasakan bahwa perusahaan dapat dijadikan pegangan untuk tumbuh-kembang bersama dalam hidupnya. Seiring dengan pertumbuhan yang tinggi, tentu perusahaan sanggup memberikan remunerasi yang tinggi pula untuk para karyawannya. Kondisi ini akan menciptakan kesetiaan karyawan kepada perusahaan. Jika kondisi ini tercapai, maka karyawan akan terpacu untuk selalu mengadakan perbaikan berkesinambungan (continuous improvements) untuk menciptakan nilai yang lebih tinggi lagi untuk pelanggan mereka.
Jika pertumbuhan perusahaan yang tinggi tetap terjaga dengan baik, maka ini akan menarik minat investor untuk menanamkan modalnya. Investor tidak akan segan-segan melakukan penambahan dana, menyetor modal, dan sebagainya. Jika kondisi ini tercapai maka inilah yang disebut dengan kesetiaan investor. Jika perusahaaan terus mendapatkan suntikan dana baru dan investor baru, maka dia dapat mengembangkan bisnisnya dan menciptakan pertumbuhan yang lebih tinggi lagi.
Jika kita lihat, ketiga jenis kesetiaan ini akan membentuk suatu mata rantai yang saling terkait, tidak ada putusnya, dan ketiganya harus selalu dijaga tanpa ada prioritas, karena semuanya penting. Tetapi terlihat, titik awalnya adalah nilai dari produk yang ditawarkan kepada para pelanggan.
Kembali ke kasus teman saya tadi, dia merasa adanya benturan-benturan yang membuat dia tidak leluasa mengembangkan strategi pengembangan bisnis yang dia yakini dapat memberikan nilai yang tinggi untuk pelanggannya. Benturan ini terjadi dengan pihak internal organisasi, yaitu para pemegang saham.
Maka, jika berpedoman kepada model Reichheld ini, menurut saya secara otomatis dia tentu tidak lagi melihat pertumbuhan yang memiliki prospek pada perusahaan tsb. Walaupun ini masih dapat diperdebatkan, tetapi persepsi yang terbentuk bisa saja demikian, dan itu sah-sah saja. Pada kondisi seperti itu, susah untuk mengharapkan kesetiaan dari karyawan, dan akhirnya teman saya tadi mengundurkan diri sebagai direktur pengembangan bisnis dari perusahaan tsb. Ini adalah sesuatu yang wajar menurut teori kesetiaan yang diungkapkan oleh Reichheld.
Nah, menurut pemahaman saya, teori Reichheld ini mengatakan kepada kita bahwa kesetiaan tsb. bukanlah sesuatu yang harus dituntut dari karyawan, melainkan sesuatu yang diciptakan oleh perusahaan. Reichheld juga menuliskan suatu bagian yang berjudul “The Death of Corporate Loyalty” dalam buku “The Loyalty Effect” tadi. Intinya, menurut Reichheld, karyawan tidak akan memberikan kesetiaan kepada perusahaan, melainkan kepada keyakinan dan nilai-nilai yang dianutnya. Tetapi harap dicatat bahwa teori Reichheld ini kelihatannya hanya berlaku untuk karyawan yang memiliki kompetensi dengan daya saing yang tinggi.
Diposting oleh Berikanlah jalanmu yaa allah di Sabtu, Januari 02, 2010 0 komentar
Label: pribadiku
pelangi persahabatan
Langit begitu mendung, suara petir yang amat keras membuatku cukup takut hingga kututup wajahku dengan buku yang kupegang sejak tadi pagi. Pohon bambu yang tadinya berdiri tegap dibelakang rumah tetanggaku itu tiba-tiba roboh karna saking besarnya angin yang baru saja melintas. Kubaca kembali novel karyaku yang sudah jadi buku ini dengan sambil memperhatikan sekelilingku. Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya yang tanpa basa basi langsung mengguyur seluruh permukaan di desaku ini. Seluruh pintu rumah tetanggakupun langsung ditutup karna saking derasnya hujan yang turun dan angin yang semakin kencang sehingga membuat air hujannya masuk keteras rumah. Begitu juga dengan rumah ini, Ibuku cepat-cepat menutup pintu rumah ini dan menguncinya.Jam dinding masih menunjukkan pukul 9 pagi, tapi keadaan ditempat ini seperti sudah jam setengah enam sore. Sangat mendung dan petang sekali, tak seorangpun yang berani keluar rumah hari ini. Bahkan akupun tak masuk kerja karna memang sejak aku bangun tidur tadi keadaan sudah petang dan mendung. Aku tak tahu apa yang akan terjadi, langit seakan murka kepada seluruh makhluk yang tinggal dibumi ini. Lampu listrik seketika padam karna mungkin terganggu oleh parahnya cuaca hari ini. Sepertinya memang tak ada seorangpun yang keluar rumah untuk bekerja karna keadaan semakin lama semakin memburuk. Hujan semakin deras, langit semakin petang dan angin semakin kencang sehingga membuat air langit yang turun berkeliaran kemana-mana.Ku lihat ibu dan adikku masuk kamar sambil membaca sholawat. Mereka terlihat ketakutan karna suara petir yang begitu menggelegar, membuat jantung kami berdegup kencang. Apa mungkin Tuhan murka kepada hamba-hambanya sehingga menyuruh malaikat-malaikatnya agar memainkan pecutnya untuk menyadarkan para hamba-hambanya? Entahlah aku tak tahu… aku masih terus membaca novel yang ku pegang ini. Kubaca dan terus kubaca, tak ku pedulikan derasnya hujan yang membuat telinga bising, tak peduli dengan angin yang semakin kencang dan membuat tubuh kedinginan, serta tak peduli dengan petir yang sedari tadi terus menyambar.Ku melangkah menuju dapur untuk mencari sebatang lilin di sorok yang terlatak diatas kulkas. Dapat satu tapi pendek.“Ach tak apa, paling nggak aku bisa membaca novelku dengan terangnya lilin yang akan aku nyalakan ini.”Aku kembali keruang tengah… Tak ku lihat ada kursi didepanku, aku terjatuh dan tanganku tertindih badanku. Rasanya sakit sekali... Novelku jatuh, begitu juga dengan lilinnya. Aku mengambil lilin dan novel itu dengan merangkak karna kakiku rasanya sakit sekali saat aku mau mencoba berdiri. Kumencari keberadaan korek api. Tak kudapat, kucari dibawah TV pun tak ada, diloker dapur juga tak ada. Ku cari disanggan ruang tengah, tak ada juga.“Ach… coba kucari di kamar kakakku, barang kali ada korek bensol. Alhamdulillah ada satu…” ucapku sambil bersyukur.“Owalah… kok ya susah amat ini nyalain apinya.” Keluhku agak kesal.Ku berusaha keras menyalakannya, tetap tak berhasil, tak kulihat kakakku ada dikamarnya. Entah kemana aku tak tahu, yang pasti semalaman kemarin ia pergi bersama temannya. Kumasih berusaha menyalakan api dikorek yang aku pegang, tetap tak bisa, sekali bisa, langsung mati.Akhirnya… setelah berusaha sekuat tenaga, akupun bisa menyalakan apinya dililin dan akupun menuju ruang tengah, duduk dilantai dengan beralaskan tikar dan menaruh lilin yang sudah berapi itu dilantai. Kuletakkan novel yang sedari tadi kupegangi terus dan kupilah-pilah halaman yang tadinya belum sempat kulanjutkan.“Ach… sampai mana aku tadi.”Kucoba berdiri untuk menghidupkan lampu diruang tengah ini, ternyata masih padam. Kulanjutkan membaca novelku tadi dengan hanya diterangi lilin yang makin lama makin redup.Kusudah membaca sekitar 50 halaman dalam 1 jam ini. Aku masih hafal betul novel yang kubuat beberapa bulan yang lalu ini. Ach… mataku mulai sayu dan kepalaku sedikit pusing karna terlalu lama membaca novel ini. Kuistirahat sebentar untuk melepaskan lelahku. Aku tiduran sebentar diruang tengah…Beberapa menit berlalu, kucoba untuk melihat keadaan disekitar luar rumahku, masih hujan namun tak sederas tadi. Sekarang sudah pukul 10 lebih. Ku cari keberadaan payung yang berada disamping tembok diruang dapur. Kucoba keluar untuk memastikan keadaan diluar rumah. Angin kencang yang dari tadi berlarian kesana kemari kini sudah menjadi angin biasa, langit sudah kelihatan cerah kembali. Kumenuju depan rumah dan melangkahkan kakiku kearah timur. Seperti ada getaran suara yang memanggilku dari arah timur, membuatku penasaran untuk mengikuti arah suara itu. Sampai dipuncak timur yang dekat dengan sungai kulempar payungku karna hujan sudah mulai reda.Merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu, ke tujuh warna itu terlihat sangat indah dipojokan langit yang membentuk busur itu. Terdengar suara beberapa orang dewasa didekat sawah yang berada jauh didepanku sana. Kuhampiri mereka dan kuperhatikan wajah mereka masing-masing satu persatu-satu. Terus kuperhatikan tingkah mereka berempat. Mereka seperti tak melihat bahwa aku ada diantara mereka. Ingin sekali menyapa mereka, tapi aku tak berani. Mereka berteriak sekencang-kencangnya sambil menyebut beberapa inisial nama seseorang yang mungkin bagi mereka sangat berarti.D … S … S … A … dan W … sebenarnya siapa inisial nama yang mereka sebutkan itu. Bukankah mereka itu hanya 4 orang saja, tapi kenapa mereka menyebut 5 inial huruf dari sebuah nama seseorang ya… apa mungkin inisial-inisal nama itu adalah nama dari mereka dan satu inisial nama itu adalah nama sahabat mereka yang tak muncul bersama mereka.Semakin lama kumemandang wajah dan memperhatikan tingkah mereka, semakin lama wajah mereka itu tak asing bagiku. Kuberdiri tepat didepan mereka berempat. Merekapun seketika itu terdiam memandangku.“Kalian bisa malihatku? Kalian tahu aku ada disini?”. Ucapku pada mereka berempat.Tiba-tiba seorang pemuda dewasa dari mereka memegang pundak kiriku. Dia menyebut namaku, aku heran dari mana ia tahu namaku. Seorang gadis dewasa dari merekapun menghampiriku dan memegang pundakku yang sebelah.Seperti ada setrum yang merayapi seluruh tubuhku, mataku berkunang-kunang dan tubuhku lemas hingga akhirnya kemudian terjatuh. Mereka menangkapku dan membantuku untuk duduk ditempat yang baru aku kunjungi itu. Memoriku seperti berjalan kemasa laluku. Wajah mereka yang tadinya asing semakin ku kenal, wajah mereka yang tadinya terlihat dewasa kini berubah menjadi remaja. Pakaian mereka yang tadinya terlihat sangat rapi dan indah kini berubah menjadi pakaian biasa.“Kami adalah sahabatmu, sahabatmu di beberapa tahun yang lalu, ini adalah masa depan kami, kau lihat betapa berubahnya kami saat kau baru bertemu dengan kami tadi?”. Ucap gadis disampingku ini.“Benar apa yang dikatakan Sari, aku Dian… Dian sahabatmu dan sahabat ketiga sahabatmu ini, kau lihat bukan, wajahku sudah tak asing bagimu”. Tambah gadis yang aku rasa wajahnya mirip sekali dengan mbak Dian ini.“Jangan kau tutup mata kau sebelum kau melihat kesuksesan kami, jangan kau pergi dari kami sebelum kau bergabung dengan kami. Akulah Ady, seorang pemuda yang selalu kau ajak bertengkar”. Ucap pemuda yang memang wajahnya mirip sekali dengan sahabatku Ady.“Dengarkan kami… kaulah yang dulu menjadikan kami bersatu menjadi anggota TGM. Kaulah yang membuatnya, kaulah pendirinya, dan kamilah anggotanya. Kau pulalah yang memberi semangat pada kami hingga kami menjadi seperti ini dan berada disini, kaulah yang memanggil kami sehingga kami muncul untuk menemuimu. Akulah Wana alias Capi, sahabat sekaligus kekasihmu.” Ucap pemuda terakhir yang berada didepanku ini.Aku semakin bingung dan tak mengerti apa yang diucapkan oleh keempat sahabat ini. Kulihat pelangi sudah mulai menghilang dari hadapan kami.“Pelangi itu akan muncul dimasa depan nanti, disini bersama kita berlima”. Ucapku seketika dari lisanku.Mereka tersenyum dan membawaku ke suatu tempat entah kemana aku tak tahu karna memang mereka tak memberitahuku mau diajak kemanakah diriku ini. Mereka tak menjawab pertanyaanku saat aku bertanya mau dibawa kemana mereka. Merka berempat hanya tersenyum sambil memandangiku.Aku tak mengerti dengan sikap mereka ini. Terlihat begitu banyak orang yang tengah mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing didepanku. Ada yang menerapkan camera, ada yang memegang skenario, serta ada pula yang tengah ribet memoles wajah beberapa gadis dan pemuda yang ada didepanku itu. Kuperhatikan tingkah mereka dengan seksama sambil memandangi wajah mereka masing-masing.“Itu… bukankah itu kau yang tengah memegang skenario sambil mondar-mandir tak jelas begitu?” Tanyaku pada salah satu keempat sahabat ini yang kurasa itu adalah mbak Sari.“Benar, kau yang memberiku semangat untuk mewujudkan impianku, kau pula yang membantuku sehingga aku bisa menjadi seperti itu. Kau perhatikanlah kembali”. Jelas mbak Sari padaku.“Kau tahu…? kaulah yang membuat scenario itu dan aku beserta teman-temankulah yang memerankannya”. Tambahnya lagi padaku.“Benarkah?”. Balasku. “Bagaimana mungkin? Aku tak pernah menulis skenario untukmu”. Tambahku.Secara tiba-tiba segerombolan pemuda dan pemudi berlari menuju kearah mbak Sari yang tengah sibuk membaca naskah skenario yang ia pegang itu. Ada yang meminta tanda tangan, ada yang ingin foto bareng, ada pula yang ingin dipeluk. Aku semakin bingung dan tak mengerti. Bukankah mbak Sari itu ada disampingku? Lha kok ya ada didepanku juga. Nggak mungkin to dia ada dua? Mustahil…“Kita ke tempat lain, ada tempat lain yang juga ingin aku tunjukkan kepadamu”. Ucap mbak Dian padaku dan langsung menarik tanganku. Aku ikut saja dengannya sambil diikuti tiga sahabat lainnya.“Ngapain kita ke sekolahan?” Tanyaku penasaran pada mereka. “Kau mau sekolah lagi karna dulu kau sempat kesusahan dalam menangkap pelajaran?”. Tambahku padanya. Mbak Dian hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Aku semakin penasaran saja, sebenarnya apa maksudnya membawa aku ketempat ini.“Kau perhatikan kelas itu, siapa yang tengah duduk paling depan menghadap murid-murid”. Saran mbak Dian padaku.Akupun menuju pintu ruang kelas yang ada dihadapanku dan memperhatikan siapa yang ia maksud. Wajahnya hanya kelihatan sebagian, jadi aku tak terlalu paham. Namun, ketika seorang guru muda yang tengah duduk di kursi paling depan itu berdiri dan beralih memandang keluar kelas, akupun bisa melihat wajahnya dengan jelas, sangat jelas sekali. Seperti gadis dewasa yang kutemui ditempat awal aku melihat pelangi.“Benarkah itu kau?” Tanyaku pada mbak Dian.Iapun membenarkan pertanyaanku dan memberitahuku bahwa gadis dewasa itu adalah gadis yang pertama aku lihat di tempat tadi saat menyaksikan pelangi. Begitupun dengan mbak Sari, wajahnya juga diperlihatkan dengan wajah yang pertama tadi, bukan wajah yang masih remaja ini.Tinggal Ady dan Wana, apa yang akan mereka tunjukkan kepadaku setelah kedua gadis itu. Apakah hampir sama? Atau jauh berbeda? Ach… entahlah. Lamunanku lenyap saat tanganku ditarik Ady…"Kau lihat itu?". Ucap Ady padaku sambil menunjukkan kepadaku sesuatu yang berbeda dan jauh berbeda dari apa yang diperlihatkan oleh mbak Dian dan mbak Sari, ini lebih menakjubkan. Beberapa foto terpampang disuatu ruangan besar dan foto itu terpampang tepat disebelah kanan garuda Akupun bertanya mengapa ia menyuruhku melihat Foto-Fotonya yang tengah terpampang diatas dinding itu."Kau kan tahu cita-citaku adalah menjadi pemimpin di Negara ini? Dan kau juga tahu bahwa aku ini ingin meneruskan perjuangan seorang tokoh yang bernama Soe Hok Gie. Karna aku belum bisa mencapainya, maka aku pampang saja foto-fotoku didinding rumahku bersama dengan garuda itu.". Jelasnya padaku."Artinya?" Tanyaku padanya."Gini ya aku ulang lagi, waktu TK kan aku ingin sekali menjadi Camat, ketika sudah menginjak bangku SD aku ingin sekali menjadi Dokter, lanjut di SMA aku ingin menjadi Guru. Dan sekarang aku ingin menjadi pemimpin yang punya jiwa besar seperti sosok Gie… karna aku belum bisa mencapainya, akupun tak hanya diam saja, kuingin benahi Negara ini, ditanganku dan teman-temanku. Kuingin menunjukkan pengabdianku terhadap Negara ini, ya… seperti meneruskan perjuangan Gie. Yang jelas demokrasi di Indonesia harus dibenahi dan pemerintahannya juga mesti ikut dibenahi". Jelasnya panjang padaku.Ach… aku semakin tak mengerti apa yang ia maksud dari penjelasannya yang panjang lebar tadi."Aku sudah kembali dari Belanda, sudah empat tahun lamanya aku ke Belanda dan kalian berempat masih menungguku dengan setia. Dan sekarang beginilah aku setelah aku menyandang gelar S1 ku, dan aku ingin melanjutkan S2 ku disini". Tambah Ady padaku."Kalau kau Wana? Apa yang akan kau tunjukkan kepadaku? Apakah hampir sama dengan yang lainnya?" Tanyaku pada Wana. Dia hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.Iapun menjelaskan kepadaku bahwa ia belum tahu ingin menjadi apa. Karna orangtuanya menginginkan dirinya menjadi Sarjana."Bukankan itu bagus? Kau akan menyandang gelar Sarjana. Bukan cuman Ady saja, tapi kau juga Wana. Kau kan bisa bergabung dengan Ady". Kataku padanya.Ia menjelaskan bahwa tak mungkin ia bergabung dengan Ady, ia tak punya bakat dalam dunia politik. Dari dulu ia menginginkan menjadi seorang hacker terhebat, entah masih ia inginkan atau ia sendiri tak tahu."Kau tahu? Kau kini sudah menjadi penulis yang hebat, kau sudah memiliki apa yang kau inginkan?" kata mbak Sari padaku.Apa maksud mbak Sari? Aku tak mengerti, aku ini baru mau merintis ke dunia tulis menulis, tapi ia malah berkata kalau aku ini sudah menjai seorang penulis yang hebat. Sedang tulisanku saja belum pernah diterbitkan satupun. Baru saja aku mau mengirimkan novelku, tapi kok ya mbak Sari berkata seperti itu.Tiba-tiba mereka berempat mengajakku ke asal mula tempat pertama tadi kami bertemu. Aku bertanya kepada mereka bagaimana caranya mereka bisa ada disini, bagaimana mungkin mereka bisa menemuiku? Sedang tempat tinggal mereka jauh dari tempat tinggalku, dan bagaimana mungkin mereka tahu daerah tempat tinggalku. Aku semakin tak mengerti ketika mereka hanya tersenyum menyaksikan keherananku terhadap mereka. Menyaksikan rasa penasaranku terhadap mereka berempat."Semua ini bisa terjadi Syifa, karena sebuah persahabatan yang tumbuh dari jiwa, hati dan raga kita, tapi aku tak yakin ini bisa jadi kenyataan". Jelas mbak Dian padaku.“Kenapa tak yakin? Bukankah ini kenyataan…?”. Balasku penasarn. "Teruskan saja Novelmu, jangan kau berhenti dan membiarkan waktu luangmu kau buang begitu saja. Jangan kau biarkan waktu mengambil hari-harimu dengan sia-sia". Jelas Ady padaku.Apa maksud mereka berdua. Mbak Dian bukannya menjelaskan maksud dari pertanyaannya, eeh malah Ady ganti ngomongin sesuatu yang tak ku pahami.Merekapun menyuruhku untuk membuka mataku. Aku semakin tak mengerti maksud mereka. Mereka masih menyuruhku untuk membuka mataku. Kudengar suara wanita paruh baya memanggil-manggil namaku. Ku hampiri nama itu, suara itu semakin dekat. Ku berlari mencari keberadaan suara itu, namun belum juga ku temukan. Ku menoleh kearah belakang. Dahsyat… hujan dari belakang tiba-tiba saja turun dan seakan mengejarku. Keberlari dan terus berlari… Kulihat rumah orangtuaku sudah mulai dekat. Ku masuk kedalam rumah dan mengunci pintu rumahku.Deg… mataku langsung terbuka ketika ada seorang wanita paruh baya yang sering kupanggil ibu ini menyentuh pundakku dari belakang. Aku terkejut, kubuka mataku lebar-lebar, masih kriyep-kriyep…"Ach… lagi-lagi semua ini hanya mimpi.”Ibuku yang sedari tadi membangunkanku ternyata agak kesal dan jengkel karna aku susah dibangunkan. Aku kira ini pagi, ternyata maghrib sudah menjelang dan suara adzan maghrib sudah tak kudengar. Ku bergegas menuju ke hammam dan langsung mengguyur mukaku. Berwudlu dan segera menunaikan ibadah sholat maghrib."Teruskan saja Novelmu, jangan kau berhenti dan membiarkan waktu luangmu kau buang begitu saja. Jangan kau biarkan waktu mengambil hari-harimu dengan sia-sia".Itulah kalimat dari Ady yang masih ku ingat sampai sekarang, dan sejak itulah, aku tak pernah membuang waktuku dengan sia-sia.
Diposting oleh Berikanlah jalanmu yaa allah di Sabtu, Januari 02, 2010 0 komentar
Label: pribadiku
selalu mengalah
Sudah 2jam lebih deska mondar mandir dikamarnya,tampaknya ia sedang kebingungan,memang benar ia sedang bingung mencari ide untuk novel yang sedang ia buat .“ Arkhhh…hhh pusing nih!?!?” erang deska .“ Deska apa kabar !“Suara itu. Sepertinya ia kenal dengan suara itu . Suara kak dita, kakak deska yang bekerja di Jakarta . Segera ia menoleh, dan benar saja kakaknya sudah berada dibelakangnya, ia seketika menjerit girang karna sudah setahun lebih kakaknya itu tidak pulang . “ Kapan pulang kak ?” Tanya deska .“ Baru saja ! Aku emang sengaja bikin surprised buat kamu ! “ “ Kakak ini gak pernah berubah ya, selalu bikin kaget orang aja ! ““ Iya donk ! dita gitu loh ! ““ Eh kak , aku kekamar mandi sebentar ya ?” Dita mengangguk .“ Gak apa apakan aku tinggal sebentar ?”“ Udah gak apa apa ! Udah cepet kalo mau kekamar mandinya ! ““ Sip boss ! “Sepeninggalan deska dita membuka buka hp deska, dan tanpa sengaja ada sebuah nomor hp yang menarik hati dita, ia segera mencatat nomor hp itu dan mengembalikan hp deska ketempat semula . Tampaknya ada sesuatu yang telah direncanakannya .“ selamat menangis deska ! “ katanya lirih namun matanya penuh dendam .*** *** *** ***“ Des, kamu kenapa sih dari kemaren kok murung terus ? ada masalah ya ? cerita donk ! akukan teman kamu ! “ kata mila, sahabat deska saat mereka sedang makan di kantin sekolah .“ Aku gak apa apa ! ““ Jujur aja ! aku tahu kamu lagi ada masalah ? mata kamu gak bisa bohong ! kita temenan udah berapa lama sih ? kenapa kamu gak mau jujur sama aku ! ““ Sebenarnya aku Cuma bingung aja kenapa akhir akhir ini nazar gak pernah hubungin aku , dan yang anehnya lagi setiap aku coba hubungi dia slalu gak pernah mau ngangkat telepon ku ! ““ Jadi itu masalahnya ! Aku tahu kok kenapa akhir akhir ini nazar gak pernah hubungi kamu lagi ! ““ Apa ? jadi kamu tahu ? kalo kamu tahu kenapa gak cerita ke aku ? ““ Aku pikir kamu udah tahu ! ““ Ya belumlah ! ““ Des, sekarang aku tanya sama kamu pernah ngasih nomor nazar ke kak dita gak ?”“ Gak pernah !memang kenapa ?” “ Tapi kenapa kak dita bisa tahu nomor nazar ! ““ Lho kok bisa ?”“ kak dita pernah pinjem hp kamu gak ! “Deska hanya menggeleng .“ Tapi kenapa sekarang mereka jadi dekat dan ….. ““ Dan apa?kamu kalo bicara jangan setengah setengah donk ! bikin orang penasaran!”“ Dan yang lebih parahnya lagi kak dita jelek jelekin kamu didepan nazar ! “Deg . Kak dita jelek jelekin aku didepan nazar ? kenapa kak dita tega banget sama aku, padahal aku kan adiknya sendiri ! ““ Kamu jangan fitnah ya mil ! gak mungkinlah kak dita tega ngomong kayak gitu ! ““ Aku gak fitnah des, aku bilang kayak gini karna aku denger langsung dari nazar, dia ngomong sendiri ke aku ! “ Tidak mungkin ! kak dita bisa berbuat sekejam itu padaku ! kak dita kan kakakku sendiri ! tidak mungkin !*** *** *** ***Lebaran tinggal 2hari lagi, rumah deska juga sudah penuh dengan pernak pernik bernuansa lebaran, kue kue juga sudah jadi dan tinggal diletakkan dimeja tamu saja, semua penuh dengan kegembiraan , kecuali deska dia sudah beberapa hari ini mengurung diri dikamarnya , ia benar benar sangat kecewa , ia sangat kecewa kepada kakaknya yang sudah menusuknya dari belakang , ia tak menyangka kakaknya tega melakukan hal itu padanya , padahal kalau pun kakaknya minta dikenalkan kepada nazar tentunya ia bersedia tidak perlu harus mengambil diam diam nomor hp nazar dan menjelek jelekan dirinya didepan nazar , dan yang lebih menyakitkan lagi kakaknya seolah olah tidak peduli padanya dan juga tidak jujur padanya .“ Hayo melamun aja ! nanti kerasukan setan baru tahu rasa lho ! “ Kata dita mengagetkan deska .“ Eh kak dita ! “ Ucap deska tetap berusaha tersenyum .“ Eh deska, kemarin waktu aku ketemu nazar aku diberi boneka sama kaos yang seragam sama dia ! bagus lho kaosnya ! mau liat ?” cerocos dita seolah tak memperhatikan deska yang menahan sakitnya . “ Gak ! besok besok aja kak ! ““ Des, mau liat foto nazar gak ? ““ Gak ! ““ Eh deska… deska …. , nanti malam nazar mau main kesini lho ! “ kata dita santai namun membuat deska menjadi tegang . “ Oh…gitu ! ya bagus deh ! “ ucap deska tetap berusaha tenang .“ Des, seandainya aku nanti nikah sama nazar gimana ?”Deg . “ Ya bagus ! aku ikut senang ! ““ Kamu gak apa apa ?” “ Aku ? aku gak apa apa kak ! aku ikut senang ! akhirnya kakak sudah punya tambatan hati ! gimana sih kakak ! “ Kata deska tertawa berusaha menutupi perasaannya yang sudah berkecambukan .Tidak apa apa aku sudah kuat, aku sudah terbiasa begini , aku sudah terbiasa menderita seperti ini , aku sudah terbiasa dikhianati , aku sudah terbiasa seperti ini , dulu cinta pertamaku juga direbut oleh sahabatku sendiri , aku tidak apa apa ….aku tidak apa apa ! Tetapi tuhan aku juga manusia aku juga tidak bisa sabar terus menerus , kesabaran tentu ada batasnya , aku tidak bisa slalu mengalah seperti ini , aku ingin ada setitik kebahagiaan saja untukku , walau hanya setetes aku ingin merasakannya , adakah setetes kebahagiaan itu untukku , adakah tuhan ??!!!!
Diposting oleh Berikanlah jalanmu yaa allah di Sabtu, Januari 02, 2010 0 komentar
Label: pribadiku
cinderela mencari sepatu kaca
Cinderella memang bukanlah gadis cantik dan berkulit putih seperti dalam dongeng “Cinderella”. Namun Cinderella adalah seorang gadis manis yang berkulit kuning langsat yang tinggal disebuah daerah terpencil. Hidupnyapun juga tak menyedihkan seperti dalam dongeng “Cinderella”. Cinderella adalah gadis modern yang bergaya bak artis atau penyanyi dangdut masa kini. Suatu hari Cinderella menemukan sesosok pangeran impiannya. Seperti dalam kisah “Cinderella” yang pernah dibacanya, iapun meniru gaya Cinderella. Dengan sebuah sepatu kaca yang dimilikinya Cinderella mampu menemukan pangerannya dan berhasil menikah dengan pangeran impiannya. Alhasil Ella alias Cinderella inipun meniru gaya “Cinderella” dalam dongeng tersebut. Namun kehidupan Ella yang serba modern ini tak banyak memberikan hasil yang nyata. Ia tak mampu mendatangkan seorang peri yang mampu memberikannya sepatu kaca.Akhirnya dengan wajah yang bermuram durja Ella duduk sendirian disebuah taman. Sedang asyiknya melamun plus berfikir tiba-tiba muncullah seorang jin ifrid yang mirip dengan pangeran impiannya. Jin itu membisikkan sesuatu pada Ella, hingga akhirnya Ella tahu apa yang harus dilakukannya agar ia dapat menemukan pangeran impiannya. Akhirnya dengan tekad yang bulat sebulat bulatnya Ella pun berniat untuk mencari sepatu kaca agar ia dapat menemukan pangerannya. Namun sayang niat Ella tak kesampaian, meskipun sudah sampai diujung benua bahkan sampai keujung kutub ia tak menemukan sepatu kaca itu. Akhirnya dengan wajah yang bermuram durja ia kembali ke kampung halamannya dan tak berminat lagi untuk mengejar pangeran impiannya. Namun niat itu diurungkannya tatkala ia melihat sebuah toko sepatu yang menjual beraneka ragam bentuk sepatu. Ellapun mencoba memasuki toko tersebut dan segera mencari sepatu kaca yang seperti dipakai tokoh “Cinderella”. Setelah mencari-cari sepatu yang diinginkannya akhirnya Ella menemukannya juga. Dengan uang recehan + seribuan yang jumlahnya begitu banyak Ellapun segera membayar sepatu kaca tersebut dan segera pulang kerumahnya.Dengan memakai sepatu kaca yang baru saja dibelinya, Ellapun bak biduan dari Mesir kalau dari Indo mirip Inul Daratista. Akhirnya Ellapun berniat kembali untuk mencari pangeran impiannya. Setelah berkeliling kampung untuk menemui pangeran impiannya, ia tak juga menemukan kekasih pujaan hatinya itu hingga akhirnya ia memilih untuk menunggu dan menunggu sampai pangerannya datang. Setelah sekian lama menunggu ternyata pangeran impiannya tak kunjung muncul. Akhirnya dengan kejengkelannya iapun pulang. Saat akan pulang tiba-tiba muncullah orang ½ waras alias berotak miring bin gila mengganggu Ella. Tanpa sadar Ellapun melempari orang gila itu dengan sepatu kaca yang baru saja dibelinya. Setelah kepergian orang gila itu Ella segera pulang kerumahnya.Sesampainya dirumah, Ella terkejut bukan main, karna dirumahnya seorang pemuda ganteng + cakep nan imut telah menunggu dirinya. Ella yang seumur-umur baru melihat cowok paling cuakep didunia itu langsung dag dig dug duer …. Bak kesambar petir di siang hari Ella pun langsung kesetrum saat menatap mata pemuda itu. Ella yang tak ingin kehilangan moment berharga ini segera mendekati orang itu. Setelah mendekat dan bertatapan langsung dengan orang itu, Ella tahu bahwa orang itu adalah pangeran impiannya yang sering diimpi-impikannya. Bagai cacing kepanasan ia menjadi serba salah alias salting. Saat salting itulah Ella tersadar kalau sepatu kacanya telah hilang. Karna tak ingin imagenya sebagai Cinderella hilang akhirnya Ella lari terbirit-birit meninggalkan pangeran impiannya untuk mencari sepatu kacanya yang tadi dibuat untuk mengusir orang gila. Orang yang tadi berada dirumah Ella segera berlari mengejar langkah Ella yang kaya` kuda lumping. Ella yang kebingungan mencari sepatu kacanya menjadi resah dan gelisah. Kalau-kalau pangeran impiannya tak mau menjadi pendamping hidupnya. Orang yang menjadi pangeran impian Ella inipun yang melihat kebingungan Ella segera menanyakan apa yang dicari Ella.“O … alahh ini bukan sepatu kacanya ?” kata orang itu sambil menjinjing sepasang sepatu kaca milik Ella, yang rupa-rupanya ia bernama Ryan Denizco. Ryan Denizco adalah tetangga sebelah desa Ella yang sedang mencari jodoh. Akhirnya terjadilah kisah percintaan diantara Ella dan Ryan. Sebelum kisah percintaan itu dimulai Ella dan Ryan saling berkenalan dan bercakap-cakap agar lebih kenal dan dekat seperti lem dan perangko.“O … jadi kamu mencari sepatu kaca ini buat nemuin pangeran impianmu tho ??”“iya, biar mirip kaya` dongeng “Cinderella” githu loch. Lha terus kamu kog tahu rumahku ?”“iya, soalnya kemarin aku mimpi jodohku udagh deket, ia bernama Cinderella Azhahra. Saat aku melewati tempat ini kulihat sepasang sepatu kaca itu tergeletak disini. Lalu kupungut sepatu itu dan segera mencari orang yang bernama Cinderella Azhahra itu. Kali aja dia yang mempunyai sepatu kaca itu” tutur Ryan. Kisah Ryan Denizco yang panjang lebar kaya` rel kereta api itu membuat Ella alias Cinderella Azhahra inipun tertidur. Ryan yang melihat Ella tertidur segera membangunkannya. Berbagai macam cara sudah dilakukan Ryan untuk membangunkan Ella. Namun karena sulit dibangunkan akhirnya Ryan memberikan nafas buatan untuk Ella. Baru satu tiupan Ellapun terbangun, mungkin karna bau mulut Ryan yang amat sangat bau karena mungkin habis makan jengkol. Setelah Ella bangun, akhirnya mereka pulang kerumah Ella untuk meminang + meminta doa restu pada orang tua Ella. Akhirnya seperti dalam dongeng “Cinderella” Ella dan Ryanpun hidup berbahagia menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah.
Diposting oleh Berikanlah jalanmu yaa allah di Sabtu, Januari 02, 2010 0 komentar
Label: pribadiku
mengapamemendam rasa
Koleksi Cinta ( LOVE )
Mengapa mesti memendam rasa?
Perasaan terpendam macam bom jangka
Pernahkah rasa bimbang di saat anda ingin meluahkan perasaan terhadap seseorang? Puas menyimpan rasa bertahun-tahun lamanya namun untuk meluahkannya, bukan semudah yang dirancang.
Perasaan ini mungkin didorong perasaan takut untuk menerima risiko di kemudian hari.
Secara amnya, kebanyakan orang gemar memendam perasaan berbanding meluahkannya. Memendam itu membuktikan kesabaran. Namun sampai bila ia akan bertahan?
Ada pakar motivasi menyifatkan memendam perasaan itu ibarat memasang bom jangka. Ia hanya menanti detik yang ditetapkan untuk meletup, tetapi memendam perasaan mungkin lebih cepat lagi.
Mengapa mesti memendam rasa? Mengapa tidak diluahkan saja supaya beban di hati menjadi ringan.
Ada pelbagai punca yang menyebabkan seseorang itu hanya memendam rasa. Misalnya:
# Trauma masa lalu
Kejadian yang disaksikan sewaktu kecil biasanya akan dirakam dan disimpan dalam otak kecil, terutama kejadian yang tidak menyenangkan.
Ini termasuk menyaksikan ibu bapa bertengkar, si bapa menampar dan memukul ibu hingga menyebabkan rumah tangga tidak mampu dipertahankan kembali.
Trauma masa kecil boleh menyebabkan seseorang itu takut untuk mencintai mahupun dicintai. Jika dia lelaki, dia takut tidak mampu menjadi seorang suami dan bapa yang baik kerana bimbang akan melakukan perkara serupa seperti dilakukan ayah kepada ibunya.
Begitu juga dengan perempuan yang berasa takut apabila orang yang dicintai akan menyakiti dirinya.
# Pengalaman peribadi
Pengalaman pahit dengan pasangan suatu ketika dulu pasti akan menimbulkan trauma dan bekas luka terus di hati.
Jika pengalaman itu sangat menyakitkan, mungkin anda pernah berjanji untuk tidak bercinta lagi.
Jika bertemu seseorang yang menarik, anda pula berasa sangat takut hubungan akan lebih intim. Jika benar terjadi, anda takut disakiti dan tidak percaya bahawa dia benar-benar ‘mencintai anda seadanya’, bimbang dia hanya bersimpati pada anda dan bukan mencintai sepenuh hati.
# Pengalaman orang lain
Pengalaman orang lain biasanya diperoleh daripada cerita teman, buku atau filem yang ditonton. Seseorang itu lazimnya berasa takut mencintai atau dicintai jika dia mengalami hal yang menyakitkan seperti apa yang dibaca atau didengar.
Apa yang sering membimbangkannya adalah apabila cintanya ditolak.
Perkara berikut mungkin dapat membantu untuk mengatasi trauma masa lalu dan pengalaman pahit bercinta:
# Hidup untuk masa kini, bukannya masa lalu. Jadikan masa lalu itu sebagai pengalaman yang berharga.
# Berinteraksi dengan orang lain di sekitar.
# Tanamkan sikap untuk percaya pada orang lain, anggaplah tidak semua lelaki atau perempuan melakukan perkara yang salah pada diri anda.
# Tentukan kriteria orang yang dicintai dan nikmati cinta anda pada orang lain.
# Jangan pedulikan jika cinta ditolak atau diterima kerana cinta bukan barang yang harus dilihat untung, rugi atau ada timbal baliknya.
# Apabila orang yang dicintai itu mencintai orang lain sekali gus menolak cinta anda, jangan rasa terpukul atau cemburu. Jika anda mencintai dia, kebahagiaannya adalah kebahagiaan anda jua. Cuba renungkan kembali erti cinta anda sesungguhnya.
Diposting oleh Berikanlah jalanmu yaa allah di Sabtu, Januari 02, 2010 0 komentar
Label: pribadiku
Jumat, 01 Januari 2010
terapi aer
Terapi air Untuk Penyembuhan Penyakit Berat dan Ringan
Terapi Air : terapi ini dapat menyembuhkan segala macam penyakit , Ginjal, Paru, Maag Kanker, Liver. Sembelit Dan juga untuk diet.
Pada dasarnya semua penyakit disebabkan karena peredaran darah manusia yang tidak lancar pada organ tertentu sehingga penumpukan . sisa metabolisme tubuh / atau racun dalam darah kita tidak bisa keluar inilah yang mengakibatkan kerusakan pada system organ tubuh kita untuk mengatasi hal itu sebelum kita terkena penyakit penyakit tersebut ada baiknya kita meperbaiki pola hidup kita dengan makan makanan yang bergizi , mengkonsumsi buah buahan dan sayuran karena didalamnya banyak terdapat Zat aktif yang dapat mengikat / menetralisir Radikal Bebas, mengilangkan kebiasaan kebiasaan merokok, minum minuman beralkohol, kurangi Kopi karena 3 Zat tersebut menurangi penyerapan Nutrisi oleh tubuh kita .
Terapi air, : Terapi yang dilakukan dengan meminum air sebanyak 1 – 1 ½ liter pada waktu bangun tidur pagi sebelum kita gosok gigi .kenapa minum air banyak sekali karena dengam minum air yang banyak sesudah bangun tidur untuk mendorong zat racun dalam tubuh kita yang menumpuk , mengapa sebelum gosok gigi ……? Karena sebelum gosok gigi enzim yang ada dalam air liur kita sesudah bangun tidur akan tertelan bersama air yang kita minum karena enzim tersebut sangat bermafaat untuk memperlancar pencernaan kita dengan pencernaan yang baik maka sisa metabolisme tubuh akan keluar dengan mudah dan tidak banyak menumpuk dalam tubuh. Manfaat lain dari terapi air untuk meremajakan darah kita. Kenapa karena darah kita akan selalu mendapatkan oxygen dengan jumlah yang tercukupi dari air karena molekul air juga terdapat unsur Oxigen ( H2O ) . Manfaat yang langsung bisa dirasakan dalam beberapa hari , yaitu kualitasa hidup yang meningkat , tidak mudah lelah , jarang terkena penyakit ringan seperti Influenza, batuk ini karena metabolisme tubuh yang baik akan memnbuat system Imun kita bekerja dengan baik . demikian tulisan yang bisa kami berikan semoga bermanfaat bagi semua orang
Tips Menjaga kesehatan dan Kesegaran kulit :
1. minum air putih sekurangnya 8 gelas sehari dapat menjaga keremajaan kulit
2. makanan bergizi protein, Vitamin , mineral yang cukup
3. mengkonsumsi buah dan sayuran setiap hari dapat memelihara kesegaran kulit
4. menghindari kafein , Nikotin dan Alkohol karena zat tersebut dapat mengurangi penyerapan nutrisi , setelah mengkonsumsi Zat tersebut diatas disarankan untuk minum air putih yang banyak untuk menetralkan zat tersebut diatas
5. Hindari makanan gorengan yang berlebihan karena makanan yang banyak mengandung miyak bisa mempercepat penuaan kulit.
Diposting oleh Berikanlah jalanmu yaa allah di Jumat, Januari 01, 2010 0 komentar
Label: pribadiku
Selasa, 29 Desember 2009
princess love
Once upon a time, in the really beautiful country, there was born a baby named Cellia. Her complete name is Cellia Proulynn. Her mother is Meg Proulynn. And her father is Simone Proulynn. King Simone and Queen Meg really happy now. Beacause they're has a daughter now. And there is 1 excess of Princess Cellia. She has a gold hair! And that hair make herself really beautiful.
Now, Princess Cellia has 17 years old. Now, she's grow be a kind and beautiful Princess. And her whole of the Kingdom really loves Princess Cellia. All of Kingdom doesn't want Princess Cellia hurt or sad. Except 1, she is gardener. She's young, too. She's 17 years old. But she's really hate Princess. Beacause she's conventouse with Princess. She's conventouse with Princess's beautifully. And she doesn't want Princess Cellia be a Princess. She wanted should she's be Princess. Her name is Catherine. "Hi, Catherine! How are you?" accost Princess. "Hey, conceited Princess!" said Catherine. "Why? I'm not conceited!" said Princess. "Yeah, you're conceited. Beacause you're always wear your gold hair, and you're always put it your beautifully!" said Catherine. "This is God endow!" said Princess. "Up to you..." derision Catherine. Princess sad now. And she's go to her bed room. Then cry. The maiden come. And ask, "What happend? Why do you cry Majesty?" she's asking. "Catherine doesn't want to be my friend," Princess said. "Oh...don't be cry. I'll cry, too if you are cry. Now, erase your teardrop. I know you can do it. Now, take a nap, Princess. A Princess must take a nap. Let she's beautiful," said maiden. "Thanks," said Princess.
Now, Princess has been get up and take a bath. She like this time! Then, she's dress up. Then go to Park nearby castle. She's go with her white horse, Sun Proulynn.
TO BE CONTINUED
Diposting oleh Berikanlah jalanmu yaa allah di Selasa, Desember 29, 2009 0 komentar
Label: pribadiku
mahkota indah
“ TOLOOOOONG…! Ya Allah…. Tolong hamba, ya Allah…. Sakiiit!!! Ampuni hamba, ya Allah….”
Jeritan itu kini tak ada artinya lagi. Aku baru menyesal sekarang. Menyesal sekarang pun tak ada gunanya. Kini aku telah berada di antara kobaran api neraka. Aku berdiri di tengah-tengah umat berlimpah dosa yang sedang mengantri giliran disiksa. Aku dikelilingi setan dan iblis yang siap menemani para tahanan neraka menempuh siksaan demi siksaan.
SRETTT!!! “ Aaaaaaa…! Ya Allah, ampuni aku! Sakiiit! “ Penjaga neraka memotong rambutku menggunakan pedang besi berlapis bara api yang sangat panas. Api pun menjalar di setiap helai rambutku sampai menuju akar rambut. “ Aaaaaaaaaaaaa!!!!” Teriakkan dan permohonan ampunku tak digubris sama sekali. Aku duduk tersungkur. Belum sempat aku bernapas, rambutku ditarik dan dililitkan pada tiang besi panas. Mereka tak segan-segan melumuri rambutku dengan kotoran anjing dan membasuh kotoran itu dengan air darah. Bau anyir darah sampai menusuk hidungku. “ ASTAGHFIRULLAHALADZIIIM…! Ampun, ya Allah, ya Rabbi…! “
KRIIIIING…! KRIIING!!!
“ HAH!?! Masya Allah! Astaghfirullahaladzim. Ya Allah….”
Bunyi weker itu mengagetkanku dan seketika mimpi buruk itu pun buyar dari dalam tidurku.
Alhamdulillah…. Syukurlah itu tadi hanya mimpi. Mimpi itu adalah mimpi terburuk yang pernah kualami. Setelah muncul mimpi itu, aku merasa Allah sangat mencintaiku. Allah tidak ingin makhluk ciptaanNya hidup senang di dunia, tetapi sengsara di akhirat. Gambaran siksa neraka yang muncul dalam mimpiku itu sudah cukup membuat hidupku tersiksa. Ketakutan akan azab dari Sang Penguasa semakin menjalar di setiap laju darah dalam nadi. Jarum jam weker hampir menunjuk pada angka empat. Sebentar lagi Subuh memanggil. Aku beranjak dari tempat tidur dan menuju ke kamar mandi. Kubasuh sebagian tubuhku dengan air wudlu. Kurasakan setiap tetes segarnya air yang membasahi kulitku. Seakan air itu memadamkan panasnya bara api yang sempat berkobar dalam benak kepala.
Selesai wudlu, aku mengambil mukena dan sajadah di dalam lemari. Masih ada waktu untuk tahajud seraya menunggu Subuh tiba.
“ Allahu…. Akbar,” bibirku gemetar melafadzkan takbir. Tubuhku merinding ketika aku bersujud. Aku merasa Allah mendekap tubuh rampingku. Sungguh, aku merasa tak berdaya. Usai salam, tangis pun pecah. Aku bersujud kembali dengan iringan isak tangis yang memilukan. Kutumpahkan seluruh isi hati dan pikiran yang berkecamuk dalam diriku.
“ Ya Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang…. Aku hanya bisa memohon ampun padaMu. Aku sadar aku ini hanya makhluk kecil yang tak punya daya upaya. Ya Allah…. Aku berjanji akan menanggalkan predikat ratu bermahkota indah dan kembali menutup mahkota pemberianMu. Aku akan menjaganya kembali, ya Allah. Selama ini aku silau. Aku terbuai dengan kesenangan dunia yang hanya sesaat. Ya Allah…. Ampuni juga dosa nenekku yang telah membuatku seperti ini. Bukalah mata hatinya. Aku ingin nenekku kembali ke jalanMu…,” tuturku dalam sujud itu.
***
Keesokkan harinya, Indah berangkat ke kampus dan menjalani aktivitas kuliah dengan hati yang baru. “ Indah! Apa-apaan kamu?! Kenapa kamu pakai baju seperti itu lagi? Copot kerudungnya! Kamu ini artis terkenal. Semua orang memuji kecantikanmu. Kalau kamu tutup pakai kerudung, orang tidak akan melirik kecantikanmu. Nanti tidak akan ada produser yang memakai kamu!,” bentak nenek Indah tanpa ada rasa berdosa.
“ Maaf, Nek…. Indah gak mau lagi jadi artis. Indah gak mau pamer-pamer aurat di depan banyak orang. Nek, aurat wanita muslimah itu harus ditutup agar tidak terlihat oleh orang yang bukan muhrim,” ujar Indah kepada nenek dengan sabar.
“ Ah! Sok tahu kamu! Banyak omong! Kalau kamu gak jadi artis lagi, darimana kamu bisa dapat uang?! Kamu mau kerja apa?”, ujar nenekku kesal.
“ Nek, Indah yakin bahwa Allah pasti akan memberi Indah rezeki. Bahkan, mungkin rezeki yang Indah dapat setelah ini akan lebih diridhoi. Nek, percayalah pada Indah,”
Nenek Indah terlihat kesal dan kecewa sekali dengan cucu kesayangannya itu. Namun, kali ini Indah tidak bisa memenuhi permintaan neneknya. Indah hanya berdiri terdiam saat neneknya meninggalkan dirinya.
***
Sekitar dua tahun yang lalu, Indah memutuskan untuk berhijab karena dia sadar bahwa seorang wanita wajib menutup aurat. Namun, baru enam bulan Indah berjilbab tiba-tiba neneknya mengirim foto Indah yang tidak memakai jilbab tanpa sepengetahuan Indah kepada sebuah agen pencari bintang iklan shampo. Kebetulan Indah memang dianugerahi rambut oleh Allah yang sangat indah. Tak disangka ternyata agen itu menerima Indah sebagai bintang iklan shampo dan meminta Indah menandatangani kontrak selama satu tahun.
Waktu itu nenek memaksa Indah meyetujui tawaran itu karena memang keadaan ekonomi keluarga sangat sulit. Nenek terjerat hutang kepada temannya sebesar satu juta untuk membeli mesin cuci. Indah juga harus membayar biaya kuliahnya yang mencapai hampir dua juta. Akan tetapi, di sisi lain Indah takut karena ia akan melepas jilbab dan mempertontonkan sebagian auratnya di hadapan banyak orang. Indah takut dengan azab Allah. Namun, nenek Indah tidak peduli dengan itu semua. Iman Indah mulai goyah dengan godaan itu. Karena desakan neneknya yang begitu kuat, iman Indah pun luluh oleh desakan neneknya. Akhirnya, Indah menyetujui tawaran iklan shampo itu. Indah menandatangani kontrak selama satu tahun senilai Rp500.000.000,00. Sungguh angka yang fantastis.
Tak hanya berlimpah harta, Indah juga mendadak menjadi bintang iklan yang terkenal. Rambut indahnya sering dipuji banyak orang, terutama oleh kaum Adam. Banyak lelaki yang menyukai dirinya. Sukses Indah ternyata membawa banyak keberuntungan bagi dia dan keluarganya. Tawaran iklan dan sinetron datang membanjiri dirinya. Indah tak hanya menjadi bintang iklan terkenal, tetapi juga menjadi artis terkenal. Indah menjadi artis yang memilki ciri khas berambut panjang dan indah. Baru sebentar Indah muncul meramaikan dunia hiburan, karirnya sudah melonjak dan sangat sukses. Indah bisa membiayai kuliahnya sendiri tanpa ada kesulitan.
Akan tetapi, semua itu hanya sesaat dan akhirnya berujung petaka bagi Indah. Indah belum sempat merasakan indahnya kasih sayang Allah sepenuhnya. Setelah mimpi buruk itu menyapa tidurnya, Indah bertekad untuk bertobat dan kembali berhijab. Neneknya marah besar dengan keputusan Indah yang dianggapnya sangat konyol. Namun, Indah tidak peduli dengan amarah neneknya itu. Indah hanya ingin kembali ke jalan yang benar. Baru sekitar dua bulan Indah mencoba merapatkan imannya kepada Yang Maha Penyayang, arwahnya sudah diminta kembali oleh Penguasa Alam. Saat akan berangkat pengajian di kampusnya, di tengah jalan Indah mengalami kecelakaan. Motor yang dinaikinya diserempet sebuah mobil sedan di pertigaan jalan. Indah jatuh tersungkur ke dalam selokan. Orang-orang yang melihat kecelakaan itu segera mengerumuni Indah dan menolongnya. Lantas Indah segera dibawa ke rumah sakit terdekat. Belum sempat mendapat penanganan dari dokter, Indah sudah menghembuskan napas terakhirnya. Ia sudah tidak bernyawa.
Kepergian Indah menyisakan luka yang sangat dalam bagi orang-orang terdekatnya, khususnya nenek Indah. Nenek Indah menjadi merasa sangat berdosa.
“ Indah, maafkan nenek ya, Nak…. Nenek yang telah membuatmu seperti ini,” ucap nenek Indah diiringi isak tangis sambil memeluk batu nisan.
“ Sudahlah, Nek. Indah pasti memaafkan nenek. Kalau nenek terus begini, arwah Indah tidak akan tenang di alam sana. Nek, biarlah Indah menemukan kebahagiaan abadi di surgaNya. Di sana mungkin Indah juga lebih bahagia karena ia bertemu ayah ibunya yang sudah pergi sebelumnya. Ayo, Nek…. Sekarang kita pulang. Hari sudah mulai gelap,” ujar Meta, teman Indah, seraya merangkul nenek Indah dan mengajaknya pulang.
Akhirnya, Meta dan nenek Indah meninggalkan pemakaman dengan perasaan sedih mendalam. Gelap pun menyelimuti area pemakaman sesaat setelah nenek dan Meta meninggalkan pemakaman. Indah…. Sebuah mahkota terindah dari Sang Khalik yang akan tetap berkilau indah selamanya.
Diposting oleh Berikanlah jalanmu yaa allah di Selasa, Desember 29, 2009 0 komentar
Label: pribadiku
semalam dibenteng angker
Ana dan Ani adalah sepasang saudara kembar. Mereka bersekolah di SMA yang sama di Jakarta. Tahun ini mereka diwajibkan mengikuti study tour. Study tour kali ini mereka pergi ke sebuah tempat pariwisata yang berada di Jawa Tengah. Mereka sangat bersemangat untuk mengikuti study tour kali ini.Hari yang ditunggu-tunggu merekapun hampir tiba. Lusa mereka akan berangkat dengan menggunakan bus pariwisata. Sebelum berangkat, mereka ingin membeli baju dan keperluan lainnya. Merekapun pergi ke sebuah Mall, dan pandangan mereka terhenti disebuah distro yang berada di Mall tersebut. Merekapun memilih baju. "kak, ini bagus ga?" tanya Ana. "mana? coba liat. Mmmm...ga ah,,menurut kakak jelek. Warnanya norak." jawab Ani. "oh gitu ya kak? tapi aku suka kak. Aku beli yang ini aja ya kak." "ya udah deh terserah kamu aja. Kalau kamu suka ya tinggal beli aja." Setelah beberapa menit mereka memilih baju, mereka berencana ingin membeli cemilan untuk dimakan diperjalanan. Haripun sudah larut, mereka segera bergegas pulang ke rumah. Sesampainya dirumah, mereka memperlihatkan belanjaanya masing-masing dan mempersiapkan yang harus dibawa untuk study tour nanti. Dan haripun semakin larut, mereka segera tidur untuk berangkat besok pagi.Hari yang ditunggu-tunggu merekapun telah tiba. Mereka dengan semangatnya bergegas berangkat ke sekolah. Sesampainya disekolah pkl 06.00, Ana Ani cs menunggu bus. Buspun datang pkl 07.00 dan mereka berangkat. Setelah kurang lebih selama 7 jam di perjalanan, mereka sampai di penginapan. Pada malam harinya mereka jalan-jalan keluar bersama teman mereka. Setelah jalan-jalan, mereka kembali ke penginapan dan bersiap untuk tidur.Waktu sudah menunjukkan pkl 09.45, mereka segera berangkat ke tempat study tour. Setelah 2 jam diperjalanan, mereka sampai di sebuah benteng yang dibuat oleh Belanda. Mereka turun dari bus dan mereka berkeliling. Tour Guidepun menceritakan dan menjelaskan peraturan di benteng ini. "oh iya, saya ingin memberitahukan bahwa 1. dibenteng ini dilarang mengambil barang apapun 2.dilarang buang air sembarangan 3. jangan buang sampah sembarangan 4. dilarang buat kegaduhan dan yang terakhir, dilarang corat-coret tembok benteng ini. Karena bisa bahaya, mengerti?" "mengerti mbaaaa.." teriak semua anak. Sedangkan Ana dan Ani tidak mendengarkan penjelasan dari Tour Guide, dia sedang asyik mencoret-coret tembok benteng. Dan Ana melihat sekeliling benteng, hingga tidak menyadari rombongan mereka sudah meninggalkan mereka. "loh...kak. Dimana rombongan kita?" tanya Ana "kakak juga ga tau nih." jawab Ani dengan nada cemas. "aduh gimana nih kak? kalau kita tersesat gimana nih? mana ni benteng serem banget lagi. Lembab lagi kak." "iya An...tenang aja. Kita pasti menemukan rombongan kita. Tenang aja ya, jangan panik. Nah, ayo kita jalan, kalau diam disini ga bakal bisa nemuin rombongan kita. Ayo jalan." "iya kak." Haripun berubah menjadi petang, tetapi mereka belum dapat menemukan dimana rombongan mereka. "aduh kak, gimana nih? Udah hampir malem kita belum nemuin rombongan kita." tanya Ana panik. "iya ya, ini bentengnya yang begitu luas atau emangggg...." kata Ani ikutan panik juga. "kita disembunyiin sama penunggu benteng ini kak? ah kakak nih, jangan nakutin ah. Takut nih." "ga..ga kok. Bohongan." "ah kakak ini. coba liat handphone kak, telephone aja mereka." "oh iya ya. coba deh....yah, ga ada sinyalnya an. percuma dong ada handphone juga an. ya udah deh, ayo kita lanjutin jalanya." merekapun berjalan....berjalan...dan berjalan, sampai akhirnya mereka menemukan sebuah cahaya di ujung lorong. Mereka segera berlari menuju lorong tersebut. Setelah mereka sampai diujung lorong, mereka menemukan sebuah pintu. Dan mereka membuka pintu tersebut "kreekkk" pintupun terbuka. Mereka masuk kedalam ruangan yang sangat gelap, lembab dan sempit. "kak...aku ga bisa liat kak." "tenang aja, kakak bawa korek." korek Anipun dinyalakan. Dan betapa mengejutkanya Ana dan Ani saat menyalakan korek, didepan mereka berdua melihat banyak sekali tulang belulang. Merekapun lari sekencang-kencangnya keluar dari ruangan tersebut. Dan mereka berhenti disebuah lorong untuk beristirahat. "hah..hah..hah...yang tadi ruangan apa kak? perasaan tadi siang ga ada." "ga tau na kakak juga. aduh..capek banget nih." Setelah lelah mereka menghilang, mereka melanjutkan perjalanan lagi. "srett...srett...srett..." suara itulah yang mereka dengar saat berjalan disebuah lorong, dan saat mereka melihat kebelakang ternyata tidak ada apa-apa. Mereka melanjutkan perjalanan lagi dan "srett...srett...srett..." mereka mendengar suara itu lagi, kali ini saat mereka melihat kebelakang mereka melihat sesosok bayangan hitam yang sangat besar di ujung lorong. Mereka kembali lari dengan sekencang-kencangnya, dan masuk kesebuah ruangan lagi. "kak, ini ruangan apa lagi kak? jangan-jangan ini ruangan yang tadi lagi." "kakak juga ga tau an, mungkin ini ruangan yang berbeda. Sebab hawanya beda." "coba kak, nyalain lagi koreknya." "iya bentar." Ani menyalakan koreknya lagi. Dan mereka melihat seperti sebuah kamar tidur, dan melihat sebuah perapian. Ani berusaha untuk menyalakan perapian tersebut, tetapi pada saat Ani ingin menyalakan api tiba-tiba dinding dibelakang bergerak. Ani memperhatikan dinding tersebut. Dan ternyata ada sebuah ruangan rahasia di dalam dinding tersebut. "eh an...sini deh. coba liat ini." "apa sih kak?" Ana menyusul kakaknya. Mereka masuk ke ruang rahasia tersebut. Mereka melihat-lihat ruangan tersebut, karena ruangan tersebut sangat gelap mereka berjalan dengan menyentuh tembok yang ada disebelah nya sampai akhrinya mereka sampai disebuah ruangan lagi. "hmff...bau apa nih kak? anyir." "iya...terus apa lagi nih? kok banjir gini?" Anipun menyalakan koreknya kembali dan "kyaaaa..." teriak Ana dan Ani, betapa terkejutnya mereka, karena darah membanjiri ruangan tersebut dan memendam kaki mereka sebatas mata kaki. Mereka kembali berlari menuju ruangan sebelumnya. "kak...aku takut banget nih. Laper lagi. Tadi kita masuknya ga bawa makanan sih, semua makananya ada di bus." "iya an, kakak juga takut. kakak juga laper. yang sabar ya an. bentar lagi juga udah mau shubuh." "iya kak, aku coba tahan deh." Merekapun tertidur sejenak di atas kasur yang ada di ruangan tersebut. "duk..duk...dukk..", terdengar suara dari luar ruangan. Anipun terbangun sejenak, kemudian tertidur kembali. "dukk...dukk..dukkk..." kembali terdengar suara dari luar ruangan. Ana dan Anipun terbangun, "suara apa itu kak?" "kakak juga ga tau an...ayo coba kita lihat bareng-bareng." Mereka membuka pintu sedikit untuk mengintip ke luar ruangan. Dan terlihat sosok lelaki besar membawa kampak dan kaki kanannya terikat bola besi yang dihubungkan dengan rantai melewati ruangan mereka. Saat mereka melihat sosok tersebut, tubuh mereka tidak bisa digerakkan sama sekali. Saat sosok lelaki itu menjauh dari ruangan mereka, tubuh mereka bisa kembali digerakkan. "kk..aakk...tt...aaddd...iiii...iiittt...uuu...aappp...aaa?" "kkakkaa..kkk...jjjuu..gg...aa...gggaa...ttaaa..uuu...aaaannnn..." mereka berbicara dengan terbata-bata karena ketakutan. Setelah beberapa saat mereka menghilangkan ketakutan mereka, mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka. Waktupun hampir menunjukkan pkl 04.00 pagi. "Kak, hampir pagi nih. Kalau kita ga bisa keluar dari benteng ini gimana kak?" "kita pasti bisa keluar dari sini an, tenang aja." mereka terus menyusuri lorong itu, tetapi mereka baru sadar ternyata daritadi mereka terus menyusuri lorong yang sama terus menerus. Dan betapa terkejutnya Ana saat melihat coretanya di tembok "kak, ini lorong yang tadi deh." "ah, masa? gimana kamu bisa tahu?" "itu, tadi pas lagi study tour aku nyoret tembok yang ini pake spidol." "yang bener? jadi dari tadi malem sampe sekarang kita muterin terus lorong ini? kan kamu tau kalau disini itu dilarang coret-coret tembok. sekarang coba kamu hapus coret-coret ini." "yah...mana Ana tau kak, ya udah deh Ana hapus." "makanya, dengerin kalau ada orang ngomong tuh. Akibatnya kita juga kan yang repot." Setelah Ana menghapus tembok, tiba-tiba mereka melihat rombongan mereka sedang mencari mereka. "kak...itu pak guru kak." "loh? sejak kapan pak guru ada disitu?" "ga tahu kak, ayo cepet kesana." Mereka segera berlari menemui pak guru dan mereka menangis sekaligus senang karena akhirnya dapat berkumpul lagi. "kalian ini kemana aja sih? dari tadi dicariin ga ada. Kalian itu udah menghilang selama 5 jam tau gak? hampir aja bapak nelpon polisi buat nyariin kalian." omel pak guru. "apa? 5 jam pak? tapi tadi kita udah didalem situ semaleman pak." kata Ana. "ah,kamu ini becanda. Kalian itu ilang 5 jam-an. Bukan semaleman." 'aneh' kata-kata itu yang terbesit dalam mereka berdua saat mengetahui bahwa mereka baru menghilang selama 5 jam. tapi mereka bersyukur karena telah terbebas dari benteng angker ini.
Diposting oleh Berikanlah jalanmu yaa allah di Selasa, Desember 29, 2009 0 komentar
Label: pribadiku
dilarang jatuh cinta
CERPEN : Dilarang Jatuh Cinta
Diposting oleh Berikanlah jalanmu yaa allah di Selasa, Desember 29, 2009 0 komentar
Label: pribadiku
puisiku
INDAHNYA PERSAHABATAN
Tiada mutiara sebening cinta..
Tiada sutra sehalus kasih sayang..
Tiada embun sesuci ketulusan hati..
Dan tiada hubungan seindah persahabatan..
Sahabat bukan
MATEMATIKA yang dapat dihitung nilainya..
EKONOMI yang mengharapkan materi..
PPKN yang dituntut oleh undang-undang..
Tetapi
Sahabat adalah SEJARAH yang dapat dikenang sepanjang masa..
Puisi Romantis:
Percikan Cinta Dari Engkau
Sebelum cinta menemuiku,
Selama pintu hati masih terbuka,
Sebelum mata hati bisu,
Selama itu pula ku harus pahami cinta.
Entah apa yang terjadi dalam diriku,
Mengubah jalan pikiranku,
Mengubah jalan hidupku,
Mengubah sikap kasar dalam diriku,
Perubahan sangat berarti bagiku.
Percikan Cinta Dari Engkau,…
Puisi Cinta Valentine:
TANYAMU
Kalau kau tanya apa itu cinta
Lihatlah dimataku
Cinta telah meninggalkan jejak cahaya disana
Kalau kau tanya kenapa bisa begitu
Jawabnya adalah kamu
Kalau masih ada pertanyaan kenapa harus kamu
Terus terang..
Aku tak tahu
Karena kata-kata
Tak sanggup lagi menenyampaikan isyarat hatiku
(untuk seseorang yang menatapku lembut dalam hening)
Puisi Ulang Tahun:
Selamat Ulang Tahun
Dalam suka mulut tertawa
Dalam duka mata berkaca
Dalam kaku pikir terpaku
Dalam waktu langkah satu-satu
Ada batu semangat tak mati kutu
Ada lubang jati diri tak hilang
Terseok-seok menyusur jalan berkelok-kelok
Jatuh bangun namun tetap tekun
Demi masa depan
Demi kesejahteraan
Demi kebahagiaan
Demi Tuhan, teruslah berjuang
Puisi Rindu:
HARAPAN KERINDUAN
Aku kagum bagi buat yg berucap:;
” aku mengingat -ingat kekasihku”
Adakah aku bisa melupakan
lalu aku masih ingat yg
kulupa
Aku mati..
tapi bila mengingat-kekasih..
aku hidup lagi
Kalaulah bukan karena kecintaanku padamu
aku tak akan hidup
aku hidup dengan harapan
dan aku mati karena rindu…..
Berapa kali aku hidup melalu harapan padamu
dan berapa kali aku telah mati….
aku meminum air cinta dari piala ke piala
Namun piala tetap penuh jua
rindu …..tak henti-hentinya….
Puisi Cinta Orang Tua:
IBU DAN DIA
Ibu
Maafku atas tangis ini
Maafku atas rasa bodoh ini
Maafku atas segala laraku untukmu
Maaf….
Ibu
Mengapa tak sadar diri ini
kalau DIA selalu menyayangiku
Lebih dari siapapun
Apapun
Aku tak sadar
Ketika DIA selalu mencobaku
Selalu tak terima aku
Ketika DIA sedikit memberiku masalah
Selalu tak rela aku
Baru kini kusadari
Bahwa dibalik semua cobaannya…
Pasti ada sebuah mimpi dan harapan
Mimpi untuk menggapai asa NYA
Ibu
Terimakasih atas segala peluhmu
Yang selalu menjagaku
Walau kita saling jauh
I will always love you
Now and forever
Diposting oleh Berikanlah jalanmu yaa allah di Selasa, Desember 29, 2009 0 komentar
Label: pribadiku
Senin, 28 Desember 2009
puisi utk ibu
Dentang nafasmu menyeruak hari hingga senja
Tak ada lelah menggores diwajah ayumu
Tak ada sesal kala semua harus kau lalui
Langkah itu terus berjalan untuk kami
Dua bidadari kecilmu…
Desah mimpimu berlari
mengejar bintang
Berharap kami menjadi mutiara terindahmu
Dalam semua peran yang kau mainkan di bumi
Ini peran terbaikmu
Dalam lelah kau rangkai kata bijak untuk kami
Mengurai senyum disetiap perjalanan kami
Mendera doa disetiap detik nafas kami
Ibu… kau berlian dihati kami
Relung hatimu begitu indah
Hingga kami tak sanggup menggapai dalamnya
Derai air matamu menguntai sebuah harap
Di setiap sholat malammu
Ibu…
Kami hanya ingin menjadi sebuah impian untukmu
Membopong semua mimpimu dalam pundak kami
Ibu…
Jangan benci kami
jika kami membuatmu menangis.
Diposting oleh Berikanlah jalanmu yaa allah di Senin, Desember 28, 2009 0 komentar
Label: pribadiku
hari ibu
mama…….
terima kasih atas jasamu kepada q
demi menguliahkn q kau tega berjemur,dan menguras keringatmu
mama……..
kau adalah segalanya bagi q
kau juga adalah nyawa q
begitu banyak pengorbananmu demi menghidupkan
dan menyekolahkan anakmu sampai kepergeruan tinggi.
mama………
sampai sekarang q belum bisa membalas jasamu
mama………
terima kasih atas segala yang kau beri untuk q
mama………. kasihmu sepanjang masa………
ilove u…….mama !
Diposting oleh Berikanlah jalanmu yaa allah di Senin, Desember 28, 2009 0 komentar
Label: pribadiku
puisi untuk ibu
IBU…
Perih dan pilu ketika kau mengandungku
Meregang, mengerang ketika kau melahirkanku
Tapi ada seyum tulus di wajahmu
Seyum bahagia atas lahirnya anak tercinta
Merah merona bagai mawar di taman syurga
Belai kasihmu
Lembut, membuat reda tangisku
Nina bobomu
Merdu, membuat pulas lelapku
Seyum tulusmu bersinar
laksana embun terpaan mentari
Canda tawamu
Ah..itu, geli aku mengingatnya
Ibu…
Tak ada sesal di hatimu
Ketika kau belikan aku mainan dari uang dapurmu
Tak ada kesal di hatimu
Ketika kau bangun karena tangisku di tengah malammu
Karena aku adalah buah hatimu
aku adalah cintamu
aku adalah harapanmu
Ibu…
Kaulah yang melindungiku dari kemarahan ayah yang menggebu
Kaulah yang menahan malu ketika meminjam uang untuk biaya hidupku
Tapi apa balasanku ibu…
Kausuruhpun aku tak mau
Permintaanmu kuanggap angin lalu
Berjuta alasan aku ungkapkan
Bahkan bentakan pernah pula aku lakukan
Ibu…
Kasih sayang tulusmu
Kubalas dengan cinta pada orang yang kuanggap ‘lucu’
Kala kau menangis tersedu
Kubalas dengan kepergianku, meninggalkanmu
Lalu..
Pantaskah aku disebut anak sholeh, ibu..
Pantaskah aku disebut anak berbakti, ibu..
Pantaskah….
Ya Allah… apakah hati ini sudah membatu
Apakah diri ini sudah tak lagi malu
Sampai-sampai kuhinakan ibu kandungku
Ya Allah, Astagfirullah…
Bukankah syurga di bawah telapak kaki ibu
Bukankah dia yang pertama kali harus kucinta setelah Engkau dan rasulMu
Maafkanlah diriku ibu
Maafkanlah anakmu yang durhaka ini
Ingin rasanya kucium tanganmu ibu
Ingin rasanya kupeluk dirimu
Dan kubisikkan di telingamu
“Aku sayang padamu ibu….”
Ya Allah…
Izinkanlah aku berbakti pada ibuku
Walau cuma sekali dalam hidupku
Sebelum kau pisahkan aku dengan ibuku…
Diposting oleh Berikanlah jalanmu yaa allah di Senin, Desember 28, 2009 0 komentar
Label: pribadiku
